JAKARTA – Lambannya proses pemulihan di beberapa wilayah terdampak bencana di Aceh memicu reaksi keras dari parlemen. Pada Rabu (18/2/2026), Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad secara resmi memanggil perwakilan pemerintah guna meminta laporan perkembangan (update) terkait langkah-langkah konkret dalam menangani dampak banjir yang melanda “Serambi Mekkah”.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa janji pemerintah mengenai revitalisasi lahan pertanian dan infrastruktur tidak hanya berhenti di atas kertas, mengingat jeritan petani di Aceh yang sawahnya masih terendam lumpur.
Menuntut Kecepatan dan Ketepatan Sasaran
Dalam pertemuan tersebut, DPR menekankan bahwa masa pemulihan darurat harus segera beralih ke masa rekonstruksi yang efektif. Penekanan khusus diberikan pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Aceh.
Poin-poin utama yang disoroti oleh Dasco:
-
Sinkronisasi Data: DPR meminta data yang akurat mengenai jumlah lahan pertanian yang rusak dan fasilitas umum yang harus segera diperbaiki.
-
Anggaran Darurat: Memastikan alokasi dana siap pakai (DSP) benar-benar sampai ke tangan masyarakat dan tepat sasaran.
-
Alat Berat: Menagih komitmen pengiriman alat berat ke titik-titik krusial di Aceh untuk pengerukan lumpur di persawahan.
“Rakyat Aceh Tidak Bisa Menunggu Lama”
DPR menegaskan fungsi pengawasannya agar birokrasi tidak menghambat penyaluran bantuan. Pemanggilan ini diharapkan menjadi lecutan bagi kementerian terkait untuk bekerja lebih “sat-set” di lapangan.
“Kami di DPR mendapatkan banyak laporan bahwa warga, terutama petani, mulai putus asa karena sawahnya tidak kunjung bisa digarap. Pemerintah harus memberikan update yang jelas, apa kendalanya? Jika butuh dukungan politik anggaran, kami siap, tapi kerjanya harus cepat,” tegas Sufmi Dasco Ahmad, Rabu (18/2/2026).
Langkah proaktif parlemen ini diharapkan dapat memperpendek jalur koordinasi antara pusat dan daerah, sehingga Aceh dapat segera bangkit dari sisa-sisa bencana.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























