699bd06302804
Diplomasi Emas! Hari Ini Indonesia Resmi Pimpin Sidang Dewan HAM PBB ke-61 di Jenewa

JAKARTA – Mata dunia hari ini tertuju pada delegasi Indonesia. Pada Senin (23/2/2026), Indonesia secara resmi memulai perannya untuk memimpin Sidang Dewan HAM PBB ke-61 yang berlangsung di Jenewa, Swiss. Posisi presidensi ini merupakan tonggak sejarah penting bagi diplomasi Indonesia dalam mengawal isu-isu kemanusiaan global.

Kepemimpinan Indonesia di sidang ini diharapkan dapat membawa perspektif yang lebih inklusif, menjembatani dialog antara negara maju dan berkembang, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat di wilayah konflik.

Misi Besar Indonesia: Inklusivitas dan Keadilan

Sebagai pemimpin sidang, Indonesia mengusung visi untuk memperkuat mekanisme hak asasi manusia yang tidak memihak dan berorientasi pada solusi nyata. Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa suara dari negara-negara selatan (Global South) terdengar lebih lantang dalam pengambilan keputusan internasional.

Poin-poin utama agenda Indonesia di Sidang ke-61:

  • Perlindungan Masyarakat Sipil: Fokus pada perlindungan hak warga negara di zona konflik, termasuk konsistensi dukungan terhadap Palestina.

  • Hak Ekonomi dan Sosial: Mendorong pemenuhan hak atas kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan layak di tengah pemulihan ekonomi global.

  • Perubahan Iklim dan HAM: Menyoroti bagaimana krisis iklim berdampak langsung pada pelanggaran hak asasi manusia di negara-negara kepulauan.

  • Dialog Konstruktif: Mengedepankan pendekatan kerja sama daripada konfrontasi dalam penyelesaian isu-isu HAM antarnegara.

“Suara Indonesia Adalah Suara Kemanusiaan”

Penunjukan Indonesia sebagai pemimpin sidang ini mendapatkan apresiasi dari berbagai organisasi internasional. Indonesia dianggap memiliki rekam jejak yang stabil dalam melakukan mediasi dan menjaga perdamaian dunia melalui diplomasi yang santun namun tegas.

“Hari ini Indonesia berdiri di depan untuk memastikan bahwa hak asasi manusia bukan sekadar retorika, melainkan aksi nyata yang bisa dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan. Kami memimpin dengan semangat kolaborasi, bukan tekanan,” tegas perwakilan diplomatik Indonesia di Jenewa, Senin (23/2/2026).

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/