JAKARTA – Rabu pagi, 11 Maret 2026, lorong-lorong Gedung Nusantara III kembali diwarnai oleh kehadiran Ahmad Sahroni. Setelah sempat mengambil jeda atau fokus pada tugas lain di masa transisi politik sebelumnya, Sahroni langsung melontarkan pernyataan yang konsisten dengan gaya filantropisnya. Ia menegaskan kembali janji lamanya: seluruh gaji dan tunjangan yang ia terima sebagai anggota dewan di sisa periode ini akan langsung dialokasikan untuk kepentingan rakyat.
Bagi Sahroni, gaji anggota DPR bukanlah sumber penghasilan utama yang ia kejar. Langkah ini ia ambil untuk membuktikan bahwa kembalinya ia ke kursi legislatif di tahun 2026 benar-benar didasari oleh keinginan untuk melakukan pengawasan terhadap mitra kerja, terutama di bidang hukum dan keamanan, tanpa embel-embel memperkaya diri dari uang negara.
Transformasi Kepribadian: Lebih Serius, Kurang Sensasi?
Satu hal yang menarik dari pernyataan Sahroni kali ini adalah soal perubahan kepribadian. Di tahun 2026 yang penuh dengan tantangan ekonomi dan ketegangan geopolitik, Sahroni mengaku ingin tampil dengan profil yang lebih tenang dan terukur. Jika dulu ia dikenal sangat vokal dan “berani” di media sosial hingga sering memicu perdebatan, kini ia berjanji untuk:
-
Fokus pada Substansi: Lebih banyak bicara soal kebijakan hukum dan pemberantasan kriminalitas daripada urusan viral yang tidak substantif.
-
Efisiensi Kerja: Mengurangi “drama” politik yang tidak perlu dan lebih mengedepankan fungsi kontrol legislatif yang tajam namun profesional.
-
Kedewasaan Politik: Menunjukkan sisi kepemimpinan yang lebih merangkul semua pihak di tengah dinamika politik nasional 2026.
Meskipun berjanji untuk lebih “kalem,” Sahroni tetap memastikan bahwa sifat kritisnya terhadap ketidakadilan tidak akan luntur. “Kepribadian boleh lebih santun, tapi kalau bicara penegakan hukum, saya tetap gaspol,” ungkapnya di hadapan awak media.
Peran Strategis di Tahun 2026
Kembalinya Sahroni ke posisi aktif di DPR dianggap sangat strategis. Di tengah berbagai kasus besar yang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum (termasuk kasus narkoba internasional dan perlindungan WNI yang sedang marak), kehadiran Sahroni diharapkan mampu memberikan dorongan politik agar proses hukum berjalan lebih transparan.
Sejumlah pengamat menilai bahwa janji-janji ini adalah upaya Sahroni untuk memperkuat basis dukungan publik di tengah isu-isu strategis nasional. Dengan mendonasikan gaji, ia seolah ingin memberikan teladan bahwa pengabdian sebagai wakil rakyat tidak harus selalu tentang keuntungan finansial.
“Politik Adalah Pengabdian, Bukan Mata Pencaharian”
Dengan kembalinya Sahroni, dinamika di Komisi III dan pimpinan DPR diprediksi akan semakin berwarna namun tetap dalam koridor profesionalisme yang lebih tinggi.
“Saya kembali bukan untuk cari panggung, tapi untuk kerja. Gaji saya? Serahkan saja semuanya ke masyarakat yang lebih butuh, saya sudah cukup dengan apa yang ada. Di tahun 2026 ini, saya ingin orang melihat Ahmad Sahroni sebagai wakil rakyat yang solutif, bukan yang cuma jago bikin konten viral. Doakan saya istikamah,” tegas Ahmad Sahroni, Rabu (11/3/2026).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























