image-4947
Banjir Kembali Melanda Bekasi: Air Capai 1,5 Meter, Sejumlah Warga Dievakuasi dan Aktivitas Lumpuh

Bekasi, Jawa Barat — Banjir besar kembali melanda Kota Bekasi pada Kamis pagi (29 Januari 2026) dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai 1,5 meter, memaksa warga mengungsi dan aktivitas publik lumpuh total.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi sejak dini hari menyebabkan genangan air meningkat drastis di banyak kawasan padat penduduk. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat banyak lokasi yang terdampak banjir, dengan beberapa titik genangan mencapai 150 sentimeter (1,5 meter).

Wilayah Terdampak

Beberapa daerah yang dilaporkan mengalami banjir parah antara lain wilayah Rawalumbu, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, serta Pondok Gede. Di sejumlah kawasan, air masuk ke permukiman warga dan merendam rumah serta fasilitas umum.

Di Kelurahan Teluk Pucung misalnya, sejumlah rumah warga terendam hingga setinggi bahu orang dewasa, sehingga petugas harus melakukan evakuasi terhadap puluhan warga menggunakan perahu karet.

Upaya Penanganan

BPBD Kota Bekasi bersama dengan aparat keamanan seperti Polri dan TNI telah mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) untuk membantu evakuasi dan mengevakuasi warga dari titik-titik terdampak banjir. Tenda pengungsian serta dapur umum sementara juga didirikan di lokasi-lokasi strategis untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terpaksa mengungsi.

Beberapa akses jalan utama pun dilaporkan putus sementara karena genangan air yang mencapai ketinggian lebih dari 1 meter, sehingga arus kendaraan dan transportasi terganggu. Pihak berwenang menghimbau warga untuk menghentikan sementara aktivitas di luar rumah dan menghindari daerah rawan banjir.

Penyebab Banjir

Menurut data dari BMKG dan BPBD, banjir kali ini merupakan dampak dari intensitas hujan yang tinggi di wilayah Jabodetabek dan hulu sungai di kawasan Bogor, yang menyebabkan sungai serta anak sungai meluap dan air mengalir deras ke pemukiman warga. Faktor drainase yang kurang optimal dan pertumbuhan kawasan permukiman juga turut memperparah genangan air.

Dampak Sosial

Ratusan keluarga terdampak langsung oleh banjir ini, dengan banyak warga yang kehilangan akses ke listrik, air bersih, serta layanan kesehatan karena fasilitas umum ikut terendam. Sekolah-sekolah di beberapa kecamatan bahkan diliburkan sementara mengikuti instruksi dinas pendidikan setempat karena kondisi jalan yang berbahaya.

Selain itu, sejumlah toko, kantor kecil, dan pedagang kaki lima mengalami kerugian materi setelah dagangan serta peralatan mereka rusak akibat terendam air. Analisis awal BPBD juga menunjukan bahwa jika hujan terus berlanjut, kemungkinan banjir akan meluas ke area yang sebelumnya tidak terdampak.

Himbauan Pemda dan BPBD

Pemerintah Kota Bekasi dan BPBD menghimbau seluruh warga untuk tetap tenang, memantau informasi cuaca terkini, serta mematuhi instruksi petugas di lapangan. Warga juga diminta untuk:

  • Menghindari area banjir dan arus deras

  • Menyimpan dokumen penting di tempat aman dan tinggi

  • Siap dengan rencana evakuasi mandiri jika air naik secara mendadak

Kondisi banjir di Bekasi masih dalam pemantauan pihak berwenang, dan laporan lanjutan akan disampaikan jika situasi berkembang.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/