JAKARTA – Insiden nahas mewarnai padatnya aktivitas akademik di salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di ibu kota pada hari ini. Kepanikan pecah seketika saat alarm peringatan dini berbunyi nyaring, disusul dengan kepulan asap hitam pekat. Petugas berwenang akhirnya mengonfirmasi titik pasti kejadian, yakni auditorium lantai 4 kampus Binus Kebon Jeruk kebakaran dan memicu evakuasi darurat berskala besar.
Peristiwa yang terjadi tepat di tengah jam sibuk perkuliahan ini memaksa ribuan mahasiswa, dosen, serta staf tenaga kependidikan berhamburan keluar gedung melalui jalur tangga darurat untuk menyelamatkan diri menuju titik kumpul (assembly point).
Penanganan Presisi dari Tim Pemadam Kebakaran
Menerima laporan adanya amukan si jago merah di objek vital pendidikan, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat langsung mengerahkan belasan armada pemadam (damkar) beserta puluhan personel ke tempat kejadian perkara (TKP).
Fokus utama operasi pemadaman ini adalah mencegah api merambat ke ruang kelas dan laboratorium di lantai sekitarnya.
“Tim kami langsung meluncur ke lokasi dan memblokade area. Fakta bahwa titik auditorium lantai 4 kampus Binus Kebon Jeruk kebakaran telah teridentifikasi dengan jelas, memudahkan personel untuk melakukan lokalisasi api secara presisi agar tidak terjadi perambatan ke fasilitas kelistrikan sentral gedung,” lapor salah satu perwira pengendali operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat di lokasi.
Tiga Fakta Terkini Pasca-Pemadaman
Setelah berjibaku menaklukkan kobaran api dan melakukan proses pendinginan (cooling), pihak kepolisian dan otoritas kampus merilis sejumlah informasi awal untuk meredam simpang siur di masyarakat:
-
Nihil Korban Jiwa: Prosedur evakuasi ( safety protocol) kampus berjalan dengan sangat baik. Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka mematikan dalam insiden ini. Seluruh sivitas akademika berhasil dievakuasi keluar gedung dengan selamat.
-
Kerusakan Terisolasi di Auditorium: Kerusakan materiil paling parah terpusat pada fasilitas di dalam auditorium lantai 4, meliputi kursi penonton, instalasi pendingin ruangan (AC), dan sistem tata suara (sound system). Ruang perkuliahan di lantai lainnya dinyatakan aman dari lalapan api.
-
Dugaan Awal Korsleting Listrik: Meski api telah padam, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah memasang garis polisi (police line) untuk menyelidiki penyebab pasti percikan api. Dugaan sementara mengarah pada hubungan arus pendek kelistrikan di area plafon auditorium.
Kebijakan Rektorat Terkait Perkuliahan
Demi memastikan keamanan struktur bangunan pasca-kebakaran dan memfasilitasi proses penyelidikan oleh kepolisian, pihak rektorat Universitas Bina Nusantara memutuskan untuk menunda sementara seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka di area gedung yang terdampak. Para mahasiswa diminta untuk memantau pengumuman resmi melalui portal akademik terkait pengalihan kelas menjadi sistem pembelajaran jarak jauh (online).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























