6989a969d1dcc
Anggaran Pendidikan Aman! Mendikdasmen Tegaskan Program MBG Tak Kurangi Dana Kemendikdasmen

JAKARTA – Kepastian mengenai keberlanjutan pendanaan pendidikan di tengah masifnya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya menemui titik terang. Pada Jumat (20/2/2026), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) memberikan klarifikasi resmi bahwa program MBG tidak akan mengambil atau mengurangi jatah anggaran pendidikan yang sudah dialokasikan untuk Kemendikdasmen.

Penegasan ini muncul untuk menanggapi spekulasi publik yang khawatir jika dana untuk peningkatan kualitas guru atau perbaikan sekolah akan tersedot untuk kebutuhan pangan siswa.

Sumber Pendanaan Terpisah: Memastikan Fokus Tetap Terjaga

Mendikdasmen menjelaskan bahwa skema pendanaan MBG berada di luar pos operasional pendidikan inti yang dikelola Kemendikdasmen. Hal ini dimaksudkan agar target-target besar dalam peta jalan pendidikan nasional tidak terhambat oleh beban anggaran baru.

Beberapa poin krusial dalam penjelasan Mendikdasmen:

  • Dana Mandiri: Program MBG memiliki sumber pendanaan tersendiri (diduga melalui Badan Gizi Nasional) dan tidak menggunakan dana fungsi pendidikan yang ditujukan untuk kurikulum maupun sarana prasarana.

  • Fokus Pendidikan Dasar: Anggaran Kemendikdasmen di tahun 2026 tetap difokuskan pada peningkatan kompetensi guru, renovasi ruang kelas, dan program literasi nasional.

  • Sinergi Operasional: Meskipun dananya terpisah, pelaksanaan di lapangan tetap akan bersinergi dengan sekolah-sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen sebagai titik distribusi.

“Pendidikan Tetap Prioritas Utama”

Mendikdasmen meminta agar masyarakat, khususnya tenaga pendidik, tidak perlu merasa cemas akan adanya pengurangan tunjangan atau pembatalan proyek perbaikan sekolah demi program makan gratis. Justru, kedua program ini diharapkan saling melengkapi: perut kenyang, otak pun siap menerima pelajaran.

“Kami tegaskan sekali lagi, anggaran pendidikan di Kemendikdasmen tetap pada porsinya. MBG tidak akan mengurangi dana untuk peningkatan kualitas guru dan sekolah. Ini adalah dua program yang berjalan beriringan untuk menciptakan generasi emas Indonesia,” ungkap Mendikdasmen, Jumat (20/2/2026).

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/