Jakarta – Ribuan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Ngada menjadi daerah dengan jumlah bangunan rusak terbanyak akibat dampak gempa tersebut.
Data sementara menunjukkan kerusakan terjadi pada berbagai jenis bangunan, mulai dari rumah warga hingga fasilitas umum. Pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama tim terkait untuk memastikan jumlah kerusakan dan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Selain kerusakan bangunan, gempa juga memicu kekhawatiran warga karena aktivitas susulan masih terjadi di sejumlah titik. Pemerintah menetapkan status tanggap darurat bencana di NTT selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.
BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan penanganan darurat, termasuk asesmen kerusakan, penyaluran bantuan, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan juga diimbau untuk tidak memasuki bangunan yang dinilai berisiko roboh.
Pemerintah meminta warga tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Informasi mengenai perkembangan gempa dan kondisi wilayah terdampak diharapkan hanya merujuk pada sumber resmi guna menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























