202608090815-main.cropped_1786238118
Pramono Anung Putuskan Bongkar JPO Love-Hate Rasuna Said, Ini Alasannya

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan membongkar salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. JPO tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik dan viral di media sosial karena berdiri berdampingan dengan JPO baru yang terintegrasi dengan fasilitas transportasi umum.

Dua fasilitas penyeberangan itu kemudian ramai disebut sebagai JPO “Love-Hate Relationship” karena lokasinya berdekatan, tetapi tidak saling terhubung. Setelah melakukan peninjauan langsung pada Minggu (9/8/2026), Pramono memilih mempertahankan JPO baru yang terintegrasi dengan LRT Jabodebek dan membongkar JPO lama milik Pemprov DKI.

Menurut Pramono, kedua JPO sebenarnya memiliki fungsi serupa, yakni membantu masyarakat menyeberang sekaligus memberikan akses menuju transportasi publik. Namun, JPO lama dinilai memiliki sejumlah kekurangan, terutama dari sisi aksesibilitas.

JPO lama tidak dilengkapi lift dan memiliki perbedaan ketinggian yang membuatnya kurang ramah bagi penyandang disabilitas. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama pembongkaran.

Pemprov DKI selanjutnya akan memusatkan akses penyeberangan masyarakat melalui JPO baru. Fasilitas tersebut juga akan mendapatkan peningkatan perawatan, termasuk memastikan lift dapat digunakan dengan baik.

Proses pembongkaran ditargetkan selesai paling lambat Oktober 2026 setelah seluruh administrasi aset dan proses lelang diselesaikan. Pengerjaan juga direncanakan agar tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/