JAKARTA – Bayang-bayang inflasi alias kenaikan harga barang secara masal kembali menghantui pikiran masyarakat kelas menengah ke bawah. Pada Kamis (23/4/2026), isu ini semakin kencang berembus seiring dengan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis nonsubsidi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Menyadari adanya potensi panic buying dan spekulasi liar di pasar, otoritas moneter langsung mengambil sikap. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan pernyataan tegas bahwa sentimen kenaikan harga BBM nonsubsidi dongkrak inflasi, BI: tidak besar hanya 0,04 persen. Angka ini secara makroekonomi sangatlah kecil dan masih berada jauh di bawah ambang batas toleransi inflasi nasional.
Logika yang dipakai BI sebenarnya cukup masuk akal jika dibedah secara struktural. Kenaikan ini hanya menyasar BBM nonsubsidi (seperti Pertamax series atau Dexlite) yang mayoritas dikonsumsi oleh kendaraan pribadi golongan menengah ke atas. Sementara itu, denyut nadi logistik nasional—seperti truk pengangkut sembako, bus antarkota, hingga angkutan sayur—mayoritas masih menggunakan BBM bersubsidi (Biosolar dan Pertalite) yang harganya tidak diutak-atik oleh pemerintah.
Secara teoritis, karena ongkos logistik tidak naik, maka harga telur, beras, dan cabai di pasar tradisional seharusnya tidak ikut-ikutan meroket.
Namun, mengelola ekonomi negara tidak sama dengan hitung-hitungan di atas kertas. BI tampaknya harus lebih peka terhadap “inflasi psikologis” yang sering terjadi di lapangan. Di Indonesia, ada budaya laten di mana para pedagang kerap aji mumpung menaikkan harga barang dengan dalih “bensin naik”, tanpa peduli apakah bensin yang naik itu subsidi atau nonsubsidi.
Bagi kaum pekerja dan Gen Z yang setiap hari commuting menggunakan kendaraan pribadi, kenaikan BBM nonsubsidi ini tetaplah sebuah pukulan bagi cash flow (arus kas) bulanan. Ketika alokasi untuk transportasi membengkak, otomatis jatah untuk menabung atau berinvestasi akan semakin tergerus.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya sibuk mengeluarkan data penenang dari menara gading, tapi juga benar-benar turun ke pasar untuk menindak tegas oknum distributor atau pedagang yang sengaja mempermainkan harga di tengah situasi ini!
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/





















