prabowo-dalam-acara-business-summit-di-us-chamber-of-commerce-washington-dc-amerika-serikat-rabu-1822026-waktu-setempat-1771471652816_169
Diplomasi "Teman Sejati": Prabowo Tegaskan RI Tetap Non-Blok Meski Dekat dengan Amerika Serikat

JAKARTA – Di tengah dinamika geopolitik global yang kian menghangat, Presiden Prabowo kembali mempertegas posisi tawar Indonesia di kancah internasional. Pada Kamis (19/2/2026), dalam sebuah pertemuan strategis, ia menyatakan bahwa Indonesia adalah “Teman Sejati” bagi Amerika Serikat (AS).

Namun, pernyataan hangat tersebut tidak berarti Indonesia “berpindah haluan”. Prabowo dengan tegas menggarisbawahi bahwa Indonesia akan tetap setia pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan Non-Blok.

Menyeimbangkan Dua Kekuatan Besar

Pernyataan ini dinilai sebagai upaya Indonesia untuk tetap menjadi mitra strategis AS, terutama dalam hal pertahanan dan teknologi, tanpa harus mencederai hubungan dengan kekuatan besar lainnya seperti China atau Rusia. Istilah “Teman Sejati” digunakan untuk menggambarkan kedekatan historis dan nilai-nilai demokrasi yang dianut kedua negara.

Poin-poin penting dari diplomasi Prabowo ini meliputi:

  • Solidaritas Tanpa Aliansi: Indonesia siap bekerja sama secara mendalam dengan AS namun menolak untuk masuk ke dalam pakta militer formal yang bersifat memihak.

  • Kedaulatan Ekonomi & Keamanan: Kerja sama dengan AS difokuskan pada penguatan kapasitas nasional, bukan ketergantungan.

  • Jembatan Komunikasi: Indonesia memposisikan diri sebagai penengah yang bisa berbicara dengan semua pihak di tengah persaingan negara-negara adidaya.

“Bebas Berteman, Aktif Mendamaikan”

Prabowo mengingatkan bahwa menjadi teman sejati berarti berani berkata jujur dan bertindak berdasarkan prinsip keadilan. Politik Non-Blok Indonesia di tahun 2026 bukan berarti pasif, melainkan aktif membangun jembatan di tengah dunia yang terpolarisasi.

“Indonesia menghargai persahabatan panjang kita dengan Amerika Serikat. Kita adalah teman sejati yang saling menghormati. Namun, kedaulatan dan prinsip Non-Blok kami adalah harga mati yang memungkinkan kami berteman dengan siapa saja demi kepentingan rakyat,” tegas Prabowo, Kamis (19/2/2026).

Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara agar tetap menjadi zona damai, bebas dari pengaruh hegemoni tunggal.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/