ANKARA – Panggung politik Turki mendadak berubah menjadi arena “ring tinju”. Pada Kamis (12/2/2026), gedung parlemen di Ankara menjadi saksi bisu kericuhan hebat saat para anggota dewan terlibat adu jotos di tengah berlangsungnya sidang. Ketegangan memuncak saat agenda pembahasan mengenai pengangkatan menteri baru yang ditunjuk oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan dimulai.
Insiden ini memperlihatkan betapa tajamnya polarisasi politik di Turki terkait perombakan kabinet yang dilakukan Erdogan di awal tahun 2026 ini.
Kronologi: Dari Adu Mulut ke Kontak Fisik
Kericuhan bermula saat anggota oposisi melontarkan kritik pedas terhadap rekam jejak salah satu menteri baru yang dinilai tidak kompeten dan hanya merupakan langkah politik untuk memperkuat kekuasaan Erdogan. Kritik tersebut segera dibalas dengan teriakan kemarahan oleh anggota partai berkuasa.
Poin-poin pemicu keributan:
-
Kritik Keras Oposisi: Tuduhan nepotisme dan ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi menteri baru.
-
Reaksi Defensif: Pendukung pemerintah menganggap kritik tersebut sebagai penghinaan terhadap hak prerogatif presiden.
-
Eskalasi Cepat: Dalam hitungan menit, aksi saling teriak berubah menjadi aksi dorong-mendorong hingga terjadi aksi pukul di antara belasan anggota parlemen.
“Diplomasi Tinju” di Jantung Ankara
Ini bukan pertama kalinya parlemen Turki diwarnai aksi fisik, namun intensitas kericuhan kali ini dinilai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pengamat menilai bahwa kekerasan ini mencerminkan frustrasi mendalam di kalangan oposisi terhadap dominasi politik Erdogan yang masih sangat kuat di tahun 2026.
“Apa yang kita lihat hari ini bukan lagi perdebatan ide, melainkan luapan emosi yang tidak terkendali. Parlemen seharusnya menjadi tempat negosiasi, bukan tempat kekerasan fisik yang memalukan citra demokrasi kita di mata dunia,” ungkap salah satu pengamat politik internasional, Kamis (12/2/2026).
Setelah situasi mereda dan petugas keamanan turun tangan, sidang akhirnya diskors tanpa ada keputusan yang diambil mengenai pengesahan jajaran menteri tersebut.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























