f472d7792517178a060e5f1b875ca1a8-0a24508a_a444_4e14_8717_a3d41fccd222
Update Tragis Banjir Bandang Sitaro: 16 Warga Meninggal Dunia, Status Tanggap Darurat Diperpanjang

SITARO – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut ternyata menyisakan tragedi kemanusiaan yang memilukan.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari posko tanggap darurat, tercatat sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat terseret arus deras yang membawa material lumpur dan bebatuan besar.

Penemuan Korban di Tengah Reruntuhan

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan warga terus bekerja keras menyisir lokasi-lokasi terparah. Proses evakuasi berjalan dramatis dan penuh tantangan mengingat medan yang tertutup lumpur tebal dan akses jalan yang terputus.

“Data sementara yang terkonfirmasi ada 16 korban jiwa. Tim kami masih terus melakukan penyisiran karena dikhawatirkan masih ada warga yang tertimbun atau hilang,” ungkap petugas di lapangan.

Penemuan jenazah korban ini menambah kelam suasana di pengungsian. Isak tangis keluarga pecah saat satu per satu kantong jenazah dievakuasi ke posko kesehatan untuk identifikasi.

Status Tanggap Darurat Dimaksimalkan

Seiring dengan bertambahnya jumlah korban jiwa, Pemerintah Kabupaten Sitaro mempertegas pelaksanaan Status Tanggap Darurat. Fokus pemerintah kini terbagi dua: penanganan pengungsi yang selamat dan pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.

Bupati dan jajaran Forkopimda memastikan alat berat dikerahkan maksimal untuk membuka isolasi wilayah agar bantuan logistik dan medis bisa masuk ke desa-desa yang terdampak paling parah.

Waspada Cuaca Ekstrem

Di tengah proses pencarian yang menyayat hati ini, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat yang masih mungkin terjadi. Warga diimbau untuk menjauhi area bantaran sungai dan lereng bukit guna menghindari risiko banjir susulan yang bisa membahayakan nyawa.

Tragedi Sitaro menjadi pengingat keras bagi kita semua akan dampak fatal cuaca ekstrem di wilayah rawan bencana.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/