69b93c4a07445
Temuan Baru TAUD: Jejak Penyerang Andrie Yunus Libatkan 5 Orang, Ada Aktor Intelektual?

JAKARTA – Tabir gelap yang menyelimuti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, perlahan mulai tersingkap berkat kerja keras tim investigasi independen. Pada Kamis (19/3/2026), Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memaparkan bukti-bukti baru yang menunjukkan bahwa aksi teror tersebut dilakukan secara sangat terorganisir dengan melibatkan lima orang pemeran.

Pembagian Peran yang Rapi

Berdasarkan analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan keterangan saksi-saksi kunci, TAUD berhasil memetakan struktur tim penyerang yang bekerja dengan efisiensi tinggi. Kehadiran “orang kelima” inilah yang menjadi kepingan puzzle yang sebelumnya hilang dalam laporan awal kepolisian.

Berikut adalah perkiraan pembagian peran kelima orang tersebut:

  • 2 Eksekutor Lapangan: Berperan sebagai penyiram air keras dan pengendara motor utama.

  • 2 Tim Pantau (Surveyor): Berada di dua titik berbeda untuk memastikan rute pelarian aman dan memantau pergerakan Andrie sejak keluar dari kantor.

  • 1 Koordinator Logistik (Orang ke-5): Sosok yang diduga menyediakan zat kimia berbahaya serta kendaraan, serta memberikan instruksi real-time kepada tim lapangan.

Bukti Digital dan “Shadowing”

TAUD menyebutkan bahwa jejak digital para pelaku mulai terendus melalui pola komunikasi yang tidak biasa di sekitar waktu kejadian. Pelaku kelima disinyalir tidak berada di titik penyiraman secara langsung, melainkan berada di radius beberapa ratus meter untuk memastikan operasi berjalan mulus tanpa hambatan.

“Ini bukan sekadar aksi premanisme jalanan. Kehadiran lima orang dengan peran spesifik ini menunjukkan adanya perencanaan matang. Kami mendesak kepolisian untuk segera mencocokkan temuan kami dengan data intelijen teknologi mereka,” ujar perwakilan TAUD, Kamis (19/3/2026).

Zat Kimia dan Akses Terbatas

Investigasi ini juga kembali menyoroti jenis air keras yang digunakan. Dengan adanya keterlibatan lima orang, TAUD mencurigai adanya pendanaan dan akses terhadap bahan kimia tingkat tinggi yang tidak dijual bebas di pasaran. Hal ini memperkuat dugaan adanya keterlibatan pihak yang memiliki “kekuatan lebih” di balik serangan ini.

Hingga Kamis siang, TAUD telah menyerahkan salinan temuan ini kepada pihak berwenang sebagai data pembanding. Fokus utama kini beralih pada identifikasi “orang kelima” tersebut, yang diyakini menjadi pintu masuk untuk mengungkap siapa aktor intelektual yang sebenarnya memerintahkan serangan terhadap Andrie Yunus di pertengahan Maret 2026 ini.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/