690e3a858a2d5
Tabir Gelap SMAN 72 Jakarta Terungkap: Motif Pelaku Ledakan Ternyata Pendam Sakit Hati Bertahun-tahun

JAKARTA – Teka-teki mengenai dalang dan alasan di balik insiden ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta akhirnya menemui titik terang. Pada Jumat (6/2/2026), pihak kepolisian merilis hasil pemeriksaan mendalam terhadap pelaku. Fakta yang ditemukan cukup menyentak publik: aksi nekat tersebut bukanlah rencana spontan, melainkan puncak dari rasa sakit hati yang telah dipendam selama bertahun-tahun.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi institusi pendidikan mengenai betapa krusialnya kesehatan mental dan pengawasan terhadap dinamika sosial di lingkungan sekolah.

Akar Masalah: Luka Lama yang Tak Terobati

Dalam keterangannya, pelaku mengakui bahwa tindakannya dipicu oleh akumulasi kekecewaan dan trauma masa lalu. Berikut adalah beberapa poin utama hasil investigasi terkait motif pelaku:

  • Riwayat Perundungan (Bullying): Pelaku merasa menjadi korban perundungan sistematis yang terjadi selama masa sekolahnya, namun merasa tidak mendapatkan pembelaan yang adil.

  • Isolasi Sosial: Adanya perasaan terasing dan tidak memiliki saluran untuk mengekspresikan emosi secara sehat.

  • Dendam yang Terakomodasi: Waktu bertahun-tahun digunakan untuk memupuk dendam hingga akhirnya dieksekusi dalam bentuk aksi destruktif.

Alarm bagi Sistem Pendidikan Jakarta

Insiden ini membuktikan bahwa pengamanan fisik sekolah (seperti pagar atau CCTV) tidak akan pernah cukup jika “api” di dalam hati siswa atau alumni tidak pernah dipadamkan melalui pendekatan humanis.

“Ini adalah fenomena gunung es. Ledakan fisik yang terjadi di SMAN 72 hanyalah manifestasi dari ‘ledakan mental’ yang sudah terjadi jauh sebelumnya. Kita harus lebih serius menangani isu kesehatan mental di sekolah,” ungkap salah satu pengamat pendidikan di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Kepolisian kini tengah mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat atau memprovokasi pelaku, sembari memastikan seluruh lingkungan sekolah telah disterilisasi dari potensi ancaman lanjutan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/