TANGERANG SELATAN – Insiden kebakaran besar yang melanda sebuah pabrik pestisida di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) pada Selasa (10/2/2026) menyisakan persoalan lingkungan yang serius. Selain kerugian materiil, warga mulai mengeluhkan perubahan kondisi aliran sungai di sekitar lokasi yang diduga terpapar zat kimia sisa pemadaman dan tumpahan bahan baku pestisida.
Merespons laporan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel segera menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan intensif dan pengambilan sampel air guna memastikan tingkat kontaminasi yang terjadi.
Dampak Kimia: Dari Bau Menyengat Hingga Perubahan Warna Air
Kebakaran pada industri pestisida memiliki risiko tinggi karena melibatkan bahan aktif kimia yang mudah larut dalam air. Saat proses pemadaman berlangsung, air sisa pemadaman yang bercampur zat kimia mengalir ke selokan warga dan bermuara di sungai terdekat.
Laporan awal di lapangan menunjukkan beberapa indikasi pencemaran:
-
Bau Menyengat: Warga sekitar mencium aroma bahan kimia yang tajam di sepanjang bantaran sungai.
-
Perubahan Visual: Air sungai tampak berminyak atau berubah warna di titik-titik tertentu dekat drainase pabrik.
-
Ekosistem Terdampak: Kekhawatiran akan terjadinya fenomena ikan mati massal akibat paparan racun serangga dosis tinggi.
DLH Tangsel: “Jangan Gunakan Air Sungai Sementara Waktu”
Pihak otoritas lingkungan memperingatkan bahwa paparan pestisida dalam air dapat menyebabkan iritasi kulit hingga keracunan jika dikonsumsi. Penyelidikan juga akan dilakukan untuk melihat apakah pabrik memiliki sistem IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang berfungsi saat keadaan darurat atau terjadi kebocoran langsung.
“Kami telah mengambil sampel di beberapa titik strategis. Hasil laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan langkah mitigasi selanjutnya serta sanksi atau tanggung jawab rehabilitasi lingkungan bagi pihak perusahaan,” ungkap perwakilan DLH Tangsel, Selasa (10/2/2026).
Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai tersebut diminta untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan dampak kesehatan yang tidak biasa pada anggota keluarga atau hewan ternak mereka.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























