696062efa0db5
Siap-siap! Bensin Campur Etanol Bakal Wajib di Indonesia, Menteri Bahlil: Paling Lambat Tahun Ini

JAKARTA – Era bensin murni di Indonesia nampaknya akan segera berakhir. Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kebijakan penggunaan bensin yang dicampur dengan etanol (Bioetanol) akan segera diwajibkan secara nasional.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan impor BBM, menghemat devisa negara, serta mempercepat transisi menuju energi bersih yang lebih ramah lingkungan.

Target Implementasi Paling Lambat Tahun Ini

Menteri Bahlil menyatakan bahwa persiapan teknis dan pasokan etanol dari sektor perkebunan (khususnya tebu) terus digenjot. Ia menargetkan aturan wajib ini bisa diimplementasikan secara penuh paling lambat akhir tahun 2026.

“Kita tidak boleh tergantung terus pada impor. Dengan mencampur bensin dengan etanol yang dihasilkan dari dalam negeri, kita bisa lebih mandiri secara energi. Targetnya paling lambat tahun ini sudah harus jalan,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (9/1/2026).

Dampak bagi Pengendara dan Mesin Kendaraan

Kebijakan ini memicu beragam reaksi, terutama dari pemilik kendaraan lama. Bioetanol (seperti Pertamax Green 95 yang sudah beredar terbatas) diklaim memiliki angka oktan lebih tinggi, namun masyarakat masih mempertanyakan kesiapan mesin kendaraan biasa jika campuran etanol ini diwajibkan untuk jenis BBM subsidi atau penugasan (seperti pengganti Pertalite).

Para ahli otomotif menyarankan agar pemerintah memastikan kualitas campuran etanol tetap stabil agar tidak menimbulkan korosi atau masalah pada sistem pembakaran mesin kendaraan yang belum didesain khusus untuk bahan bakar nabati.

Bekasi Sebagai Kota Komuter Bakal Terdampak

Bagi warga Bekasi yang setiap hari menempuh jarak jauh ke Jakarta (komuter), perubahan jenis BBM ini tentu menjadi perhatian serius. Perubahan harga atau performa mesin akibat pergantian jenis bahan bakar akan sangat memengaruhi pengeluaran bulanan warga.

Pemerintah berjanji akan melakukan sosialisasi masif sebelum kewajiban ini benar-benar diterapkan di seluruh SPBU, guna memastikan masyarakat memahami manfaat jangka panjang dari penggunaan Bioetanol ini bagi lingkungan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/