JAKARTA – Sektor logistik pedesaan bersiap mendapatkan suntikan armada besar-besaran. Pada Sabtu (21/2/2026), Menteri Perdagangan (Mendag) mengungkapkan rencana strategis untuk mengimpor sebanyak 105.000 unit mobil pikap dari India. Armada ini nantinya akan dialokasikan khusus untuk memperkuat operasional Koperasi Desa (Kopdes) di seluruh Indonesia.
Keputusan memilih produk otomotif dari India didasari oleh efisiensi biaya dan ketangguhan kendaraan yang dinilai cocok dengan medan pedesaan di tanah air.
Alasan Impor: “Kalau Mobil kan Bebas”
Menanggapi pertanyaan mengenai regulasi impor tersebut, Mendag menjelaskan bahwa skema perdagangan untuk sektor otomotif, khususnya mobil, memiliki fleksibilitas dalam kerangka kerja sama internasional.
Beberapa poin penting di balik kebijakan ini:
-
Modernisasi Kopdes: Memberikan sarana transportasi bagi koperasi desa agar distribusi hasil tani dan komoditas desa lebih efisien.
-
Harga Kompetitif: Produk otomotif India dikenal memiliki harga yang lebih terjangkau dengan spesifikasi mesin yang andal untuk beban berat.
-
Hubungan Bilateral: Langkah ini juga merupakan bagian dari penguatan neraca perdagangan antara Indonesia dan India.
-
Kelancaran Distribusi: Mengurangi ketergantungan desa pada tengkulak dengan menyediakan alat transportasi mandiri di bawah kelola koperasi.
“Mendorong Ekonomi Desa Melalui Mobilitas”
Mendag menegaskan bahwa impor ini tidak akan mengganggu pasar otomotif domestik, melainkan mengisi ceruk kebutuhan kendaraan niaga yang spesifik untuk penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
“Kita butuh langkah cepat untuk logistik desa. Pilihan jatuh ke India karena secara teknis dan ekonomis sangat masuk hitungan. Untuk urusan mobil, aturannya memang memungkinkan kita untuk melakukan perdagangan yang lebih luwes guna memenuhi kebutuhan nasional yang mendesak,” ungkap Menteri Perdagangan, Sabtu (21/2/2026).
Dengan adanya 105.000 pikap baru ini, diharapkan biaya logistik pangan dari desa ke kota dapat ditekan, sehingga harga komoditas lebih stabil bagi konsumen akhir.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























