Magelang — Nasib tragis menimpa seorang pendaki muda bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang selama lebih dari dua pekan di Gunung Slamet, Jawa Tengah. Setelah pencarian intensif melibatkan tim SAR, relawan, keluarga, dan berbagai elemen masyarakat, jasad pemuda tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026, di lereng selatan gunung tersebut.
Perubahan Rencana yang Berujung Tragedi
Syafiq, seorang siswa kelas XII dari SMAN 5 Kota Magelang, awalnya berpamitan kepada keluarga untuk naik gunung, namun keluarga mengira ia hendak mendaki Gunung Sumbing. Namun kenyataannya, Syafiq bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, justru menuju Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang pada akhir Desember 2025.
Informasi keluarga baru mengerucut ketika mereka menerima foto dari Syafiq yang menunjukkan dirinya di basecamp pendakian Gunung Slamet. Ia direncanakan melakukan pendakian tektok — yakni naik dan turun dalam satu hari — namun hingga jadwal turun sore hari, ia tidak kunjung kembali.
Rekan Pendaki Ditemukan Terpisah
Rekan Syafiq, Himawan, sempat ditemukan lemas di sekitar Pos 5 Gunung Slamet oleh pendaki lain pada Selasa (30/12/2025). Himawan didiagnosis mengalami kram kaki dan langsung dievakuasi dari lokasi. Namun Syafiq tidak terlihat bersama dalam kondisi apapun saat itu.
Dugaan awal menyatakan bahwa kedua pendaki ini terpisah di jalur pendakian saat Himawan mengalami cedera, dan Syafiq diduga mencoba turun untuk mencari bantuan. Namun hingga akhir rencana pendakian, tidak ada kabar dari Syafiq, sehingga keluarga bersama pengelola basecamp langsung melapor hilangnya pendaki tersebut, memicu operasi pencarian besar-besaran.
Operasi SAR dan Tantangan Medan
Upaya pencarian dimulai oleh tim SAR gabungan dari BASARNAS Pemalang, BPBD, kepolisian, TNI, serta para relawan pendaki. Cuaca ekstrem dan medan berat menjadi tantangan utama dalam pencarian di kawasan pegunungan yang berbatu dan berkabut tebal. Meski operasi resmi sempat dihentikan pada awal Januari dengan persetujuan keluarga, sejumlah relawan dan komunitas pendaki tetap melanjutkan pencarian secara mandiri.
Penemuan Jasad Syafiq
Setelah lebih dari 17 hari pencarian, tim SAR akhirnya menemukan jenazah Syafiq di lereng selatan Gunung Slamet, tepatnya di jalur penghubung antara Gunung Malang dan Baturraden, tak jauh dari area vegetasi yang lebih rendah namun masih termasuk area pendakian. Lokasi ini bukan jalur utama yang sebelumnya dilalui pendaki.
Evakuasi jenazah pun dilakukan oleh tim gabungan pada 14 Januari 2026, dan korban segera dibawa ke RSUD dr R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selama proses evakuasi, tim menghadapi cuaca yang buruk dan kondisi medan yang sulit.
Hasil Pemeriksaan Awal
Berdasarkan pemeriksaan medis awal dan visum luar yang dilakukan petugas medis, tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh Syafiq, yang menunjukkan bahwa kematian bukan disebabkan oleh tindakan kriminal. Polisi menyatakan bahwa Syafiq diperkirakan meninggal beberapa hari sebelum ditemukan, kemungkinan karena kombinasi faktor alam seperti hipotermia dan kondisi fisik lemah setelah lama terpisah dari jalur pendakian.
Duka Keluarga dan Apresiasi Tim SAR
Keluarga korban menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus mengapresiasi kerja keras tim SAR dan relawan yang tak kenal lelah selama proses pencarian. Mereka juga menyatakan bahwa Syafiq adalah sosok yang rajin dan penuh semangat, meskipun masih minim pengalaman mendaki gunung tinggi.
Pelajaran dari Tragedi
Kejadian tragis ini kembali menjadi pengingat keras bahwa pendakian gunung membutuhkan persiapan matang — baik dari sisi fisik, pengalaman, peralatan lengkap, dan pemahaman medan. Disiplin pada rencana pendakian dan komunikasi yang jelas dengan keluarga juga menjadi poin penting demi keselamatan para pendaki di area pegunungan Indonesia yang terkenal memiliki medan ekstrem seperti Gunung Slamet.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























