SEMARANG – Kabar kurang sedap datang dari sektor logistik Jawa Tengah. Kawasan industri Lamicitra yang berada di dalam lingkup Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dilaporkan terendam genangan air setinggi rata-rata 50 cm pada Jumat (9/1/2026).
Fenomena banjir rob (pasang air laut) ini kembali melanda wilayah pelabuhan, mengakibatkan aktivitas operasional di beberapa titik terhambat dan memaksa para pekerja serta armada truk logistik bekerja ekstra keras menerjang air.
Penyebab: Pasang Air Laut dan Cuaca Ekstrem
Banjir rob kali ini dilaporkan naik cukup cepat sejak pagi hari. Ketinggian air yang mencapai 50 cm di area jalan utama Kawasan Lamicitra membuat kendaraan roda dua tidak dapat melintas, sementara truk-truk besar harus melaju perlahan untuk menghindari kerusakan mesin atau terperosok ke lubang yang tak terlihat.
“Kenaikannya cukup signifikan pagi ini. Banyak karyawan yang harus melepas sepatu atau menggunakan sepatu boot untuk mencapai pabrik atau gudang mereka,” ungkap salah satu warga di lokasi kejadian.
Dampak pada Rantai Pasok (Supply Chain)
Meskipun terjadi di Semarang, banjir di Tanjung Emas memiliki efek domino terhadap ekonomi nasional. Pelabuhan ini merupakan pintu keluar masuk barang-barang industri dan komoditas penting.
Bagi pelaku usaha di wilayah Bekasi dan sekitarnya yang memiliki relasi bisnis atau gudang distribusi di Jawa Tengah, keterlambatan pengiriman barang kemungkinan besar akan terjadi. Hambatan di akses jalan pelabuhan ini otomatis mengganggu jadwal keberangkatan dan kedatangan kontainer.
Upaya Penanganan dan Mitigasi
Pihak otoritas pelabuhan dan instansi terkait dilaporkan terus memantau kondisi tanggul dan menyiagakan pompa-pompa air untuk mempercepat penyusutan genangan. Masyarakat dan pelaku usaha dihimbau untuk selalu memantau prakiraan pasang surut air laut dari BMKG guna mengantisipasi puncak rob yang biasanya terjadi di sore atau malam hari.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di sekitar pelabuhan terpantau mendung, dan petugas keamanan pelabuhan disiagakan untuk mengatur lalu lintas kendaraan agar tidak terjadi kemacetan total di akses keluar masuk.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























