JAKARTA – Reaksi keras terus berdatangan menyusul aksi tidak manusiawi oknum guru di Jember yang menelanjangi puluhan siswanya. Pada Kamis (12/2/2026), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) secara resmi mengecam tindakan tersebut dan menyatakan bahwa perbuatan tersebut merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap UU Perlindungan Anak serta mencederai martabat dunia pendidikan.
Bagi KPAI, hilangnya uang senilai Rp 75.000 sama sekali tidak bisa menjadi pembenaran atas tindakan yang merusak mental dan psikologis 22 siswa sekolah dasar tersebut.
Pelanggaran Hak dan Degradasi Martabat Anak
KPAI menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak untuk bertumbuh, bukan tempat di mana mereka dipermalukan secara massal. Tindakan menelanjangi siswa di depan umum masuk dalam kategori kekerasan psikis dan pelecehan terhadap martabat anak.
Poin-poin utama kecaman KPAI meliputi:
-
Pelanggaran UU No. 35 Tahun 2014: Aksi ini melanggar pasal tentang perlindungan anak dari tindak kekerasan dan diskriminasi di lingkungan pendidikan.
-
Trauma Kolektif: KPAI menyoroti potensi trauma jangka panjang yang dialami oleh 22 siswa tersebut, yang bisa berakibat pada ketakutan bersekolah.
-
Desakan Sanksi Tegas: KPAI meminta Dinas Pendidikan dan aparat penegak hukum untuk tidak memberikan toleransi sedikit pun kepada pelaku.
“Uang Bisa Diganti, Martabat Anak Tidak”
KPAI mendorong agar proses hukum berjalan beriringan dengan proses pemulihan. Fokus utama saat ini bukan hanya pada sanksi administratif bagi guru, tetapi juga pada pemberian bantuan psikologis (trauma healing) kepada seluruh siswa yang menjadi korban.
“Kami mengecam keras tindakan ini. Ini bukan sekadar masalah disiplin, ini adalah serangan terhadap martabat kemanusiaan anak. Kami meminta pelaku diproses secara hukum agar menjadi pelajaran bahwa tidak ada satu pun orang dewasa, apalagi guru, yang boleh sewenang-wenang terhadap anak,” tegas perwakilan KPAI, Kamis (12/2/2026).
KPAI akan terus mengawal kasus ini hingga para korban mendapatkan keadilan dan lingkungan sekolah di Jember kembali menjadi tempat yang ramah dan aman bagi anak-anak.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























