bripka-asep-wahyudi-fasilitasi-warga-yang-ingin-mengikuti-program-paket-a-b-c-untuk-mengurangi-angka-pengangguran-di-kota-sera-1770363598143_169
Inspiratif! Bripka Asep Bantu 130 Warga Ikut Kejar Paket A, B, dan C Gratis demi Tekan Pengangguran

JAKARTA – Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, sebuah aksi nyata datang dari seorang anggota kepolisian, Bripka Asep. Tidak hanya menjaga keamanan, ia juga peduli pada masa depan pendidikan warga di lingkungannya. Pada Kamis (12/2/2026), dilaporkan bahwa Bripka Asep telah memfasilitasi 130 warga untuk mengikuti program kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C secara gratis.

Langkah mulia ini didasari oleh keprihatinannya melihat tingginya angka pengangguran yang disebabkan oleh kendala administratif, yakni ketiadaan ijazah formal.

Ijazah sebagai Kunci Peluang Kerja

Bripka Asep menyadari bahwa banyak warga yang memiliki keahlian namun terbentur saat melamar pekerjaan karena tidak memiliki ijazah sekolah dasar, menengah, maupun atas. Dengan menggandeng lembaga pendidikan non-formal, ia membuka jalan bagi mereka untuk meraih sertifikasi resmi dari negara.

Poin-poin penting dari inisiatif Bripka Asep:

  • Sasaran Program: Warga putus sekolah dari berbagai kelompok usia.

  • Total Peserta: 130 orang yang tersebar di jenjang SD (Paket A), SMP (Paket B), dan SMA (Paket C).

  • Bebas Biaya: Seluruh biaya pendaftaran hingga ujian ditanggung melalui swadaya dan kerja sama kemitraan.

  • Tujuan Akhir: Memberikan kualifikasi resmi agar warga bisa melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Bukan Sekadar Seragam, Tapi Pengabdian”

Aksi Bripka Asep membuktikan bahwa peran polisi di masyarakat bisa sangat luas. Baginya, keamanan suatu wilayah juga sangat bergantung pada kesejahteraan dan tingkat pengangguran penduduknya. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin kecil potensi warga terjerumus ke dalam tindak kriminalitas akibat himpitan ekonomi.

“Saya melihat banyak anak muda berbakat tapi ‘mentok’ karena ijazah. Jika mereka punya ijazah, pintu lapangan kerja terbuka. Kalau mereka kerja, angka kriminalitas pun bisa turun. Ini adalah investasi sosial untuk masa depan desa kita,” ungkap Bripka Asep, Kamis (12/2/2026).

Program ini disambut antusias oleh warga. Banyak dari mereka yang semula pesimis bisa memiliki ijazah kini kembali bersemangat untuk mengejar cita-cita yang sempat tertunda.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/