antarafoto_pawai_juara_pancatakhta_persib_bandung_1779687558_2e0badb275
Euforia Berujung Noda! Pawai Juara Persib, Walkot Farhan Ungkap Sampah Botol Miras Capai 1 Pikap

BANDUNG – Pesta rakyat dan konvoi kemenangan merayakan gelar juara yang diraih oleh klub kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung, telah usai. Namun, di balik kemeriahan lautan biru yang memadati jalanan ibu kota provinsi, tersisa sebuah catatan kelam yang mencoreng makna sportivitas. Publik dan tokoh masyarakat terkejut saat mengevaluasi sisa pawai juara Persib, Walkot Farhan ungkap sampah botol miras capai 1 pikap yang berserakan di sejumlah titik pusat kota.

Temuan ini menjadi sorotan tajam Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, mengingat perayaan kemenangan seharusnya menjadi momentum kebanggaan yang positif, bukan ajang pelanggaran ketertiban umum.

Beban Berat Pasukan Gorong-Gorong dan Kebersihan

Euforia ribuan suporter yang turun ke jalan sejak pagi hingga larut malam ternyata meninggalkan beban berat bagi petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung. Selain tumpukan sampah plastik dan sisa makanan, petugas kebersihan menemukan ratusan botol kaca bekas minuman keras (miras) berbagai merek yang dibuang sembarangan di taman kota, trotoar, hingga selokan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, langsung meninjau proses pembersihan dan menyampaikan keprihatinannya secara terbuka.

“Kita semua bangga Persib juara, tapi cara merayakannya tidak boleh merugikan fasilitas publik dan melanggar norma. Fakta dari hasil pembersihan pasca-pawai juara Persib, Walkot Farhan ungkap sampah botol miras capai 1 pikap penuh. Ini sangat disayangkan dan mencederai nama baik Bobotoh yang seharusnya dewasa dan tertib,” tegas Walkot Farhan di hadapan awak media.

Tiga Dampak Negatif dari Pesta Miras Saat Konvoi

Penemuan sampah botol miras dalam jumlah masif ini bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi juga memicu ancaman serius terhadap keamanan dan kenyamanan warga. Terdapat tiga dampak negatif yang menjadi catatan kritis aparat kewilayahan:

  1. Ancaman Keselamatan Lalu Lintas: Konsumsi minuman keras saat berkendara dalam konvoi sangat berisiko memicu kecelakaan lalu lintas fatal, baik bagi peserta pawai itu sendiri maupun pengguna jalan lain yang kebetulan melintas.

  2. Bahaya Pecahan Kaca: Banyak botol miras yang dilempar atau pecah di aspal dan trotoar. Pecahan kaca ini sangat membahayakan pejalan kaki, merusak ban kendaraan, dan menyulitkan petugas kebersihan saat menyapu jalanan di pagi buta.

  3. Memicu Potensi Gesekan Sosial: Euforia berlebihan yang dipengaruhi alkohol sangat rentan memicu tindakan anarkis, vandalisme, hingga perkelahian antarkelompok suporter atau dengan warga setempat akibat tersinggung hal sepele.

Edukasi Suporter dan Pengetatan Keamanan ke Depan

Menindaklanjuti temuan ini, Pemkot Bandung bersama Polrestabes Bandung berencana memanggil perwakilan kelompok suporter (Viking dan Bomber) untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Ke depan, pengamanan konvoi atau perayaan olahraga di ruang publik akan diperketat dengan menggelar razia barang bawaan di titik-titik kumpul utama. Kemenangan sebuah tim adalah representasi martabat kota, dan sudah sepantasnya dirayakan dengan cara-cara yang bermartabat pula.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/