6985bc2572ce4
Angin Segar Diplomasi! Perundingan Kedua Usai, Iran Klaim Kantongi Banyak Kesepakatan dengan AS

TEHERAN – Secercah harapan muncul dari panggung diplomasi internasional yang selama ini tegang. Pada Rabu (18/2/2026), pemerintah Iran mengumumkan bahwa perundingan putaran kedua dengan Amerika Serikat telah resmi berakhir. Tidak sekadar selesai, pihak Iran secara optimis mengklaim telah mencapai banyak poin kesepakatan yang dapat mengubah arah hubungan kedua negara.

Meskipun detail resmi dari pihak Washington masih dinantikan, pernyataan Teheran ini menjadi sinyal kuat bahwa kedua belah pihak mulai menemukan “titik tengah” terkait isu-isu sensitif yang selama ini mengganjal.

Kemajuan Signifikan di Meja Perundingan

Perundingan putaran kedua ini difokuskan pada pemulihan kembali kerangka kerja sama yang sempat terhenti. Fokus utama pembicaraan mencakup relaksasi sanksi ekonomi yang mencekik Iran, serta jaminan transparansi program energi di negara tersebut.

Poin-poin yang diklaim telah mencapai kesepakatan:

  • Mekanisme Sanksi: Adanya draf awal mengenai penghapusan bertahap sanksi ekonomi yang berdampak pada sektor energi dan perbankan.

  • Protokol Keamanan: Iran disebut bersedia memberikan akses lebih luas bagi pengawas internasional sebagai timbal balik atas pelonggaran tekanan politik.

  • Kerja Sama Kemanusiaan: Pembahasan mengenai pertukaran tahanan dan fasilitasi bantuan medis yang lebih lancar.

“Langkah Besar Menuju Stabilitas Global”

Klaim Iran ini segera memicu reaksi positif di pasar minyak mentah dunia, yang berharap adanya kepastian pasokan jika sanksi benar-benar dicabut. Namun, para pengamat mengingatkan bahwa “banyak kesepakatan” bukan berarti “semua selesai”. Masih ada detail teknis yang harus diverifikasi oleh pihak Gedung Putih.

“Kami telah melewati putaran kedua dengan hasil yang sangat produktif. Ada banyak kesepakatan yang berhasil dirumuskan. Ini adalah kemenangan bagi jalur diplomasi di atas konfrontasi,” ungkap juru bicara delegasi Iran, Rabu (18/2/2026).

Langkah selanjutnya adalah finalisasi draf yang akan dibawa ke level pimpinan tertinggi masing-masing negara untuk mendapatkan ratifikasi akhir.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/