Jakarta – Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengumpulkan sejumlah pihak swasta di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan. Pertemuan tersebut dilakukan untuk memperkuat keterlibatan perusahaan dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut.
Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah pembangunan sekat kanal di sekitar area konsesi perusahaan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menjaga tinggi muka air gambut agar kondisi lahan tetap basah dan tidak mudah terbakar saat musim kering.
Diaz menekankan bahwa penanganan karhutla tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Perusahaan yang memiliki konsesi di wilayah rawan kebakaran juga diminta mengambil peran aktif dalam melakukan langkah mitigasi dan pencegahan.
Pembangunan sekat kanal diharapkan dapat membantu mempertahankan kelembapan gambut sekaligus mengurangi potensi meluasnya titik api. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pengendalian karhutla yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Pemerintah terus meningkatkan perhatian terhadap sejumlah wilayah di Kalimantan yang menghadapi ancaman kebakaran lahan. Melalui keterlibatan pihak swasta, langkah pencegahan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Dorongan pembangunan sekat kanal juga menjadi pengingat bahwa perlindungan ekosistem gambut merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan mencegah munculnya kabut asap akibat karhutla.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























