Jakarta – Elon Musk semakin serius mengubah SpaceX dari perusahaan antariksa menjadi pemain besar di industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perubahan tersebut semakin terlihat setelah SpaceX mengakuisisi xAI dan mulai mengembangkan infrastruktur komputasi AI dalam skala besar.
Musk memperkirakan bisnis AI akan menjadi sumber pendapatan utama SpaceX dalam waktu dekat. Dalam pernyataannya kepada karyawan, ia menyebut pendapatan dari AI diperkirakan melampaui seluruh sumber pemasukan SpaceX lainnya mulai September 2026.
Ambisi tersebut tidak berhenti pada layanan komputasi di Bumi. SpaceX juga menyiapkan konsep pusat data AI di orbit yang memanfaatkan satelit untuk menjalankan beban kerja kecerdasan buatan. Dalam dokumen perusahaan kepada regulator Amerika Serikat, SpaceX menyatakan pengembangan satelit komputasi AI orbital dapat mulai dilakukan pada 2028.
Pada kuartal kedua 2026, pendapatan bisnis AI SpaceX telah mencapai sekitar US$2,6 miliar atau lebih dari Rp43 triliun jika menggunakan kurs sekitar Rp16.500 per dolar AS. Nilai tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dibanding periode sebelumnya.
Musk bahkan memasang target jauh lebih besar dengan memperkirakan bisnis AI SpaceX dapat menghasilkan ratusan miliar dolar per tahun. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa masa depan SpaceX tidak lagi hanya berkaitan dengan roket dan satelit, tetapi juga persaingan teknologi AI global.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























