Jakarta – Peluang Gianni Infantino kehilangan jabatannya sebagai Presiden FIFA menurun menjadi 21 persen setelah mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).
Berdasarkan data pasar prediksi Kalshi, peluang Infantino lengser sebelumnya berada di kisaran 50 persen. Namun, dukungan yang datang dalam beberapa hari terakhir membuat prediksi tersebut turun secara signifikan menjadi 21 persen.
Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Infantino. Presiden Amerika Serikat itu bahkan menilai pergantian kepemimpinan FIFA dalam kondisi saat ini dapat menjadi sebuah kesalahan besar. Dukungan tersebut memperkuat posisi Infantino di tengah tekanan yang muncul terhadap kepemimpinannya.
Dukungan juga datang dari Argentina. AFA menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Infantino selama satu dekade terakhir. Federasi tersebut menilai sejumlah kebijakan yang telah dijalankan Infantino memberikan kontribusi terhadap perkembangan sepak bola dunia dan penguatan institusi FIFA.
Tekanan terhadap Infantino sebelumnya meningkat setelah muncul kontroversi terkait rencana FIFA Forward Enterprise. Rencana tersebut mendapat kritik dari sejumlah konfederasi sepak bola karena persoalan tata kelola dan transparansi. FIFA kemudian menarik kembali proposal tersebut dan Infantino menyampaikan permintaan maaf kepada asosiasi anggota.
Meski peluang lengser menurun, posisi Infantino masih menjadi sorotan. Masa depan kepemimpinannya akan terus menjadi perhatian menjelang Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























