69a14a525cc94
Aksi Tetap Berjalan! BEM UI Bantah Kabar Demo Turunkan Harga BBM di Bundaran HI Batal Hari Ini

JAKARTA – Di tengah memanasnya suhu politik dan sosial akibat kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), beredar informasi berantai di media sosial yang menyebutkan bahwa aksi unjuk rasa besar-besaran mahasiswa di jantung Ibu Kota dibatalkan. Menanggapi kesimpangsiuran informasi tersebut, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) langsung angkat suara. Secara tegas, BEM UI bantah kabar demo turunkan harga BBM di Bundaran HI batal hari ini, dan memastikan seluruh konsolidasi massa tetap berjalan sesuai dengan rencana awal.

Pihak penyelenggara aksi menyayangkan adanya upaya penyebaran kabar bohong (hoaks) yang diduga sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab guna menggembosi semangat pergerakan mahasiswa dan memecah belah konsentrasi massa.

Hoaks Tidak Akan Menyurutkan Aspirasi

BEM UI menegaskan bahwa komitmen mereka untuk mengawal kebijakan publik tidak akan goyah hanya karena selebaran digital palsu. Gerakan turun ke jalan dinilai sebagai langkah konstitusional terakhir ketika ruang dialog dengan para pemangku kebijakan mengenai tata kelola energi nasional dianggap menemui jalan buntu.

“Kami pastikan bahwa informasi yang menyebutkan aksi kami dibatalkan adalah hoaks murni. Fakta di lapangan, BEM UI bantah kabar demo turunkan harga BBM di Bundaran HI batal hari ini. Kami tetap akan turun ke jalan bersama elemen masyarakat lainnya untuk menyuarakan penderitaan rakyat akibat kebijakan pemerintah yang terburu-buru dan membebani ekonomi kelas menengah ke bawah,” tegas perwakilan koordinator lapangan BEM UI dalam keterangan resminya.

Tiga Tuntutan Utama Aksi Mahasiswa

Dalam orasinya nanti, terdapat tiga fokus tuntutan utama yang akan digaungkan oleh barisan mahasiswa yang memadati kawasan Bundaran HI dan sekitarnya:

  1. Penolakan Kenaikan Harga BBM: Mendesak pemerintah untuk meninjau ulang atau membatalkan kenaikan harga BBM nonsubsidi (khususnya Pertamax) yang dinilai memicu efek domino terhadap melambungnya harga kebutuhan pokok di pasaran.

  2. Transparansi Tata Kelola Energi: Menuntut Kementerian ESDM dan pihak Pertamina untuk membuka struktur perhitungan formula harga BBM secara transparan kepada publik agar tidak muncul kecurigaan adanya inefisiensi korporasi yang dibebankan kepada rakyat.

  3. Perlindungan Daya Beli: Meminta negara untuk bertanggung jawab penuh dalam meredam lonjakan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat yang saat ini sudah sangat terhimpit.

Kepolisian Siagakan Pengamanan Sesuai SOP

Pihak korlap aksi menyatakan telah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya terkait rangkaian unjuk rasa ini. Mengantisipasi potensi penumpukan massa, aparat kepolisian telah bersiaga penuh di sekitar kawasan Sudirman-Thamrin dan Monas untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi agar tetap kondusif, damai, dan tidak disusupi oleh provokator. Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk memantau rekayasa lalu lintas yang diberlakukan secara situasional oleh pihak berwajib.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/