JAKARTA – Hari pertama pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Senin (6/4/2026) diwarnai dengan berbagai imbauan menarik dari Kementerian Pendidikan. Di tengah ketegangan para siswa menghadapi soal ujian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mencoba mendinginkan suasana, sekaligus memberikan sentilan tegas terkait etika bermedia sosial.
Dalam keterangannya, Mendikdasmen meminta anak-anak untuk tidak perlu merasa ketakutan atau overthinking berlebihan dalam menghadapi TKA. Ujian ini dirancang sebagai instrumen pemetaan kualitas pendidikan, bukan penentu mutlak masa depan yang harus direspons dengan stres tingkat tinggi.
Namun, bagian yang paling mencuri perhatian publik adalah peringatan khusus dari sang Menteri terkait tren “ngonten” di kalangan pelajar. Mendikdasmen secara spesifik melarang para peserta TKA untuk mencari sensasi dengan membuat video-video yang merendahkan, mengeluh berlebihan, atau memicu kontroversi terkait ujian di platform seperti TikTok atau Instagram.
“Kerjakan saja dengan tenang dan jujur. Tidak perlu takut, dan yang paling penting, tidak usah mencari sensasi lewat video-video di media sosial setelah ujian,” tegas Mendikdasmen.
Peringatan ini tentu bukan tanpa alasan. Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, kerap muncul tren di mana para pelajar berlomba-lomba membuat konten video pasca-ujian demi mendapatkan views tinggi (clout chasing). Mulai dari tren merobek kertas buram, memaki tingkat kesulitan soal dengan bahasa tidak pantas, hingga menyebarkan rumor kebocoran soal yang tidak berdasar. Tindakan semacam ini dinilai merusak marwah dunia pendidikan dan menunjukkan rendahnya literasi digital siswa.
Teguran dari Mendikdasmen di awal April 2026 ini adalah langkah preventif yang sangat tepat. Pendidikan karakter di era modern tidak hanya diukur dari sopan santun di dunia nyata, tetapi juga etika di ruang digital (jejak digital).
Bagi para orang tua dan guru, ini adalah momentum yang pas untuk kembali mendampingi anak-anak. Pastikan mereka paham bahwa menjadi cerdas itu penting, namun menjadi bijak dalam menggunakan smartphone jauh lebih krusial. Selamat menempuh TKA 2026, adik-adik! Tunjukkan prestasimu di atas kertas ujian, bukan sekadar sensasi di For You Page (FYP).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























