69ce0bdd800a9
Bumi Belum Tenang: BMKG Catat 93 Gempa Susulan Guncang Wilayah Sulut dan Malut!

JAKARTA – Guncangan demi guncangan masih terus dirasakan oleh warga di pesisir Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Memasuki hari Kamis (2/4/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah tersebut masih sangat aktif. Pasca-gempa utama berskala signifikan yang melanda kawasan itu, alat pencatat gempa (seismograf) BMKG telah merekam setidaknya 93 kali gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo yang bervariasi.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menjelaskan bahwa rentetan gempa susulan ini sebenarnya merupakan fenomena alamiah yang wajar. Setelah terjadinya gempa tektonik besar, lempeng bumi memerlukan waktu untuk mencari keseimbangan baru dan melepaskan sisa-sisa energi yang masih tertahan di zona patahan. Meskipun magnitudo gempa susulan umumnya memiliki tren yang semakin mengecil, guncangan yang terjadi berulang kali ini tak pelak memicu trauma psikologis dan kepanikan di tengah masyarakat.

“Masyarakat di Sulut dan Malut kami imbau untuk tetap tenang namun waspada. Jangan terpancing oleh isu bohong atau hoaks yang menyebutkan akan ada gempa yang lebih besar atau ancaman tsunami yang tidak bersumber dari kanal resmi BMKG,” tegas perwakilan BMKG dalam keterangan persnya.

Langkah mitigasi paling krusial saat ini adalah kewaspadaan terhadap infrastruktur bangunan. BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menginstruksikan warga untuk tidak segera kembali ke dalam rumah apabila bangunan tempat tinggal mereka sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan struktural, seperti retak rambut yang memanjang di dinding penyangga, tiang yang miring, atau atap yang rapuh. Rentetan guncangan susulan, meski kecil, dapat meruntuhkan bangunan yang konstruksinya sudah melemah.

Saat ini, banyak warga yang memilih mendirikan tenda darurat di halaman rumah atau mengungsi ke tanah lapang pada malam hari demi alasan keselamatan. Oleh karena itu, kehadiran pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan logistik, tenda komunal yang layak, serta pendampingan psikososial (trauma healing) menjadi sangat esensial.

Memasuki pekan pertama April 2026 ini, mari kita bersama-sama mengirimkan doa dan dukungan moral untuk saudara-saudara kita di Sulut dan Malut. Semoga aktivitas tektonik segera mereda, bumi kembali stabil, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui bayang-bayang gempa susulan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/