profil-jenderal-tni-purn-try-sutrisno-1772413188314_169
Indonesia Berduka: Mantan Wapres Try Sutrisno Wafat, Mensesneg Sebut Beliau "Putra Terbaik Bangsa"

JAKARTA – Bendera setengah tiang akan segera berkibar sebagai tanda penghormatan terakhir. Pada Senin (2/3/2026), bangsa Indonesia berduka atas berpulangnya Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998. Beliau mengembuskan napas terakhirnya setelah memberikan pengabdian panjang bagi kedaulatan dan stabilitas NKRI.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dalam pernyataan resminya menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Beliau menegaskan bahwa Try Sutrisno adalah sosok teladan yang integritasnya tidak perlu diragukan lagi dalam sejarah perjalanan bangsa.

Jejak Pengabdian: Dari Ajudan Bung Karno hingga Wakil Presiden

Try Sutrisno dikenal sebagai sosok militer yang santun namun tegas. Perjalanan kariernya merupakan representasi dari dedikasi tanpa henti:

  • Ajudan Presiden: Beliau pernah menjadi ajudan Presiden Soekarno pada masa mudanya.

  • Panglima ABRI: Sebelum menjabat sebagai Wapres, beliau adalah Panglima ABRI (kini TNI) yang dikenal sangat dekat dengan prajurit.

  • Wakil Presiden ke-6 RI: Mendampingi Presiden Soeharto, beliau berperan penting dalam menjaga stabilitas nasional di masa transisi politik.

  • Tokoh Bangsa: Di masa pensiunnya, beliau tetap aktif memberikan sumbangsih pemikiran bagi persatuan dan ideologi Pancasila.

Protokol Kenegaraan Sebagai mantan Wakil Presiden, pemerintah akan menyelenggarakan upacara pemakaman kenegaraan. Mensesneg mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata sedang dikoordinasikan untuk memberikan penghormatan tertinggi.

Duka Cita Pemimpin Dunia Ucapan duka cita diperkirakan akan terus mengalir dari berbagai pemimpin negara sahabat, mengingat peran aktif Try Sutrisno dalam memperkuat hubungan diplomatik Indonesia di masa jabatannya.

Wasiat dan Pesan Persatuan Pihak keluarga dan kerabat dekat mengenang beliau sebagai sosok yang tak pernah berhenti mengingatkan pentingnya menjaga Pancasila sebagai jati diri bangsa, terutama di tengah tantangan global tahun 2026.

“Beristirahat dalam Damai, Sang Jenderal Pancasilais”

Kepergian beliau meninggalkan lubang besar dalam sejarah kepemimpinan Indonesia. Namun, warisan kedisiplinan dan kecintaan beliau pada tanah air akan terus menjadi inspirasi.

“Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Jenderal Try Sutrisno bukan hanya seorang mantan Wakil Presiden, beliau adalah kompas moral bagi banyak prajurit dan politisi di negeri ini. Pengabdian beliau adalah catatan emas bagi bangsa,” ungkap Mensesneg, Senin (2/3/2026).

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/