JAKARTA – Menanggapi simpang siur mengenai keterlibatan militer Indonesia di wilayah konflik, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan pernyataan tegas. Pada Minggu (15/2/2026), Kemlu memastikan bahwa pasukan Indonesia yang disiapkan untuk dikirim ke Gaza tidak akan terlibat dalam misi tempur maupun upaya demiliterisasi wilayah tersebut.
Langkah ini diambil untuk menjaga netralitas dan mematuhi prinsip-prinsip diplomasi internasional serta mandat yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Fokus Utama: Jaring Pengaman Kemanusiaan
Kemlu menekankan bahwa kehadiran TNI di Gaza nantinya adalah sebagai Peacekeepers (Penjaga Perdamaian), bukan sebagai kombatan. Tugas mereka akan sangat spesifik dan berorientasi pada pemulihan kondisi sipil pasca-konflik.
Poin-poin utama batasan misi pasukan RI meliputi:
-
Misi Kemanusiaan: Fokus pada pendistribusian logistik, bantuan medis, dan perlindungan warga sipil.
-
Rehabilitasi Fasilitas: Membantu pembangunan kembali infrastruktur dasar yang hancur, seperti rumah sakit dan sekolah.
-
Bukan Penegak Demiliterisasi: Pasukan RI tidak memiliki mandat untuk melucuti senjata pihak-pihak yang bertikai di Gaza.
-
Mandat PBB: Seluruh operasional di lapangan harus sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.
“Menjaga Amanah Konstitusi dan Perdamaian”
Kemlu mengingatkan bahwa sesuai pembukaan UUD 1945, peran Indonesia adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Oleh karena itu, pengiriman pasukan ke Gaza tetap harus berada dalam koridor hukum internasional yang sah.
“Pasukan kita hadir untuk membawa harapan dan bantuan, bukan untuk menambah eskalasi konflik. Kami ingin memastikan warga Gaza bisa kembali hidup layak. Misi tempur atau demiliterisasi bukan merupakan agenda Indonesia dalam penempatan pasukan perdamaian ini,” tegas perwakilan Kemlu, Minggu (15/2/2026).
Penegasan ini sekaligus menepis spekulasi bahwa Indonesia akan ikut campur dalam urusan pertahanan internal di wilayah tersebut, dan memperjelas bahwa prioritas utama adalah keselamatan nyawa manusia dan stabilitas kawasan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























