GAZA – Istilah “gencatan senjata” yang seharusnya membawa napas lega bagi warga sipil di Jalur Gaza, nampaknya masih jauh dari kenyataan di lapangan. Berdasarkan laporan terbaru per Senin (2/2/2026), tercatat sebanyak 523 nyawa melayang di Gaza justru di saat periode jeda pertempuran atau gencatan senjata sedang berlangsung.
Angka ini menambah deretan panjang tragedi kemanusiaan yang terus membayangi wilayah tersebut, sekaligus memicu keraguan publik internasional terhadap efektivitas kesepakatan damai yang ada.
Fakta Memilukan di Tengah Jeda Kemanusiaan
Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan oleh pihak-pihak terkait dengan mediasi internasional, intensitas serangan di beberapa titik strategis Gaza dilaporkan tidak sepenuhnya berhenti.
Beberapa poin krusial terkait jatuhnya korban jiwa ini meliputi:
-
Serangan Terarah: Laporan menyebutkan adanya serangan yang menghantam area pemukiman dan pengungsian yang seharusnya menjadi zona aman.
-
Korban Sipil: Mayoritas dari 523 korban jiwa merupakan wanita dan anak-anak yang tidak sempat menyelamatkan diri saat serangan mendadak terjadi.
-
Krisis Medis: Lonjakan korban di masa gencatan senjata membuat fasilitas medis yang sudah terbatas semakin kewalahan menangani pasien luka berat.

Respons Dunia Internasional
Peningkatan jumlah korban di masa gencatan senjata ini memicu reaksi keras dari berbagai lembaga kemanusiaan dunia. PBB dan organisasi non-pemerintah mendesak adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap implementasi kesepakatan di lapangan agar warga sipil tidak terus menjadi korban di tengah tarik-ulur kepentingan politik.
“Gencatan senjata tidak boleh hanya menjadi istilah di atas kertas. Setiap detik pelanggaran berarti nyawa manusia yang hilang sia-sia,” tegas salah satu perwakilan lembaga bantuan internasional di Gaza.
Dunia kini menanti langkah nyata dari negara-negara mediator untuk memastikan bahwa gencatan senjata benar-benar dihormati sepenuhnya, memberikan ruang bagi bantuan kemanusiaan yang masif, dan menghentikan pertumpahan darah yang telah menghancurkan masa depan warga Gaza.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























